petang yang sepoi-sepoi bahasa ni...cik wan teringat la pula pada satu sajak Shamsudin Othman....mase sekolah dulu ade pertandingan deklamasi sajak..then adala senior yang bace sajak dia " RIMBA PERKASIHAN'.. tajuk pun sedap...dengar pon sedap jugak....
kebetulan baru minggu lepas tn hj Shamsudin Othman ni datang kolej cik wan untuk bicara karya @ prsntation kerts kerja sastera mereka( i agak lebey kurang begitu ea)...rupenye sempoi aje orangnya...cikgu jugak..tapi pandangan...lontaran suara tegas tak selembut orang + suaranya, hehe...ape-ape pon..enough merapu...meh kita tengok sajak dia...
halusi..fahami...dalami...hayati....
Shamsudin Othman
RIMBA PERKASIHAN
Kunamakan kau taman permainan inderaloka
tak terperi seri dan wasilahnya.
Inilah rimba perkasihan tempat moyang-poyang
menanam dan memugar nyali uzlahnya.
Aku tak akan mudah berangkat meninggalkanmu
ini janji yang termetri jauh dari lubuk generasi
aku bukan badut yang mudah mengangguk
sehingga tergadai maruah bangsa.
Aku insane dari rimba perkasihan
jangan kau desak untuk menjadi seorang pembohong
sekali darahku menitis berabad dendam membara
penawarnya lebih pahit dari batawali
lebih manis dari madu tualang belantara
maka, jangan sesekali aku disakiti.
Sebaris kata ini tak akan terlontar kalau tak dinodai.
Ayuh, jangan sesekali tewas menyerah
kita asah tombak akal dan pedang iman
kita titipkan kasturi tiga setangkai
biar bisanya tiada penawar
biar, biar, biar berpanjangan duka nestapa
biar jadi pengalaman kepada penderhaka.
Aku sudah cukup longlai dengan taburan kata tidak tertunai
juga nyali yang tak berdarah
aku bukan insan yang kehilangan atma dan teja pendekar
akulah pewaris dari rimba perkasihan
rimba tempat anak cucu belajar
menjulang daulat menjunjung duli
dan bersilatulrahim membina generasi.
Rimba ini rimba seribu kenangan
tempat membebat rasa insaniah
memugar ilmu, taqwa dari zuhud maknawi
medan ketenangan untuk berkasih cinta-Mu
Rimba perkasihan ini amat besar maknanya,
mari kita bina sebuah mahligai dari makna cinta
di sini kita tanam suburkan
pohon akrab dan bunga budi bahasa
kita bajai taman indah ini
dengan istiqamah kasih sayang
agar kelahiran baru dapat mengecap nikmat
sebuah rimba lestari yang tumbuh dari jiwa murni.
credit : http://joharshuib.blogspot.com

1 comment:
best kan sajak ni..pandai senior awk bace ek..huhu..
Post a Comment